KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Plasma dan Swadaya Kompak Naik, Namun Masih Jauh di Bawah Nilai Wajar

27 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Plasma dan Swadaya Kompak Naik, Namun Masih Jauh di Bawah Nilai Wajar

sawitsetara.co - JAKARTA — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani skema plasma dan swadaya pada periode 20–26 Juli 2026 sama-sama mengalami kenaikan tipis dibandingkan pekan sebelumnya.

Berdasarkan Laporan Harga TBS Kelapa Sawit APKASINDO yang mencakup 22 provinsi, rata-rata harga TBS plasma mencapai Rp3.500 per kilogram, naik Rp16 atau 0,5 persen, sementara harga TBS swadaya berada di Rp2.984 per kilogram, naik Rp14 atau 0,5 persen.

Meski mengalami kenaikan, selisih harga antara kedua skema masih cukup lebar. Rata-rata harga TBS petani swadaya tercatat Rp516 per kilogram lebih rendah atau sekitar 17,3 persen dibandingkan harga plasma. APKASINDO mencatat kondisi tersebut terjadi di seluruh 22 provinsi yang memiliki data lengkap, menunjukkan bahwa posisi tawar petani swadaya masih relatif lebih lemah dibandingkan petani plasma.

Apj

Secara nasional, Sumatera Barat menjadi provinsi dengan harga TBS plasma tertinggi, yakni Rp3.972 per kilogram, sedangkan harga TBS swadaya terendah tercatat di Papua Barat sebesar Rp1.900 per kilogram. Selisih harga terbesar antara plasma dan swadaya juga terjadi di Papua Barat yang mencapai Rp1.228 per kilogram, sementara selisih paling kecil terdapat di Lampung dengan hanya Rp12 per kilogram.

Dari sisi wilayah, Sumatera masih menjadi kawasan dengan rata-rata harga plasma tertinggi sebesar Rp3.746 per kilogram, disusul Kalimantan sebesar Rp3.583 per kilogram. Sementara itu, Jawa menjadi wilayah dengan rata-rata harga plasma terendah, yakni Rp2.751 per kilogram. Untuk harga swadaya, Kalimantan mencatat rata-rata tertinggi sebesar Rp3.220 per kilogram, sedangkan Papua terendah dengan Rp2.300 per kilogram.

Laporan APKASINDO juga menunjukkan bahwa harga TBS petani masih berada jauh di bawah nilai wajar yang dihitung berdasarkan acuan harga CPO dunia. Nilai wajar TBS diperkirakan mencapai Rp5.173 per kilogram, sehingga harga plasma masih terpaut 32,3 persen, sedangkan harga swadaya berada 42,3 persen di bawah nilai tersebut. Kondisi ini dinilai mencerminkan masih tertekannya posisi tawar petani, khususnya petani swadaya.

Sementara itu, proyeksi statistik APKASINDO memperkirakan tren harga TBS nasional dalam empat pekan mendatang cenderung mengalami pelemahan sekitar 1 persen. Namun, laporan menegaskan bahwa proyeksi tersebut hanya bersifat indikatif dan bukan merupakan jaminan harga karena harga TBS dipengaruhi berbagai faktor, termasuk harga CPO dunia, kurs, rendemen, dan kebijakan pemerintah.

Informasi lebih lengkap terkait harga TBS kelapa sawit nasional, silakan klik tautan berikut: https://hargasawitindonesia.id/

Tags:

APKASINDOharga TBS

Berita Sebelumnya
Terkendala Masalah Lahan Sejak 2019, KUD Manunggal Jaya Kini Siap Jalankan PSR Berkat Pendampingan APKASINDO

Terkendala Masalah Lahan Sejak 2019, KUD Manunggal Jaya Kini Siap Jalankan PSR Berkat Pendampingan APKASINDO

Para petani sawit yang tergabung dalam KUD tersebut telah mengajukan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sejak 2019. Namun, langkah mereka sempat terhenti karena persoalan legalitas lahan.

25 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *